Mengenali Gejala Kerusakan Saraf Tepi Agar Mudah Diobati

Mengenali 4 Gejala Kerusakan Saraf Tepi Agar Mudah Diobati

Tahukah Anda? Jika Neuropati atau gangguan dan kerusakan saraf berisiko memberi dampak permanen jika gejalanya tidak dicegah dan diobati dengan baik.

Gejala Kerusakan Saraf Tepi

Meskipun kelihatannya ringan, tapi gejala dari kerusakan saraf tepi (perifer) sangatlah mengganggu dan bisa mengacaukan hidup Anda, karena kondisi ini seringkali membuat ketidaknyamanan saat beraktivitas.

Bahkan menurut Ketua kelompok studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, dr Manfaluthy SpS(K) mengatakan, jika dibiarkan, gejala neuropati atau kerusakan saraf seperti kebas, kram dan kesemutan bisa menetap dan mengarah pada kelumpuhan. ( wartakota.tribunnews.com/2018/08/20/ )

Menyeramkan bukan?

Untuk itulah, sangatlah tepat jika saat ini Anda mencari tahu tentang gejala atau tanda kerusakan saraf tepi lebih awal.

Sehingga jika dikemudian hari Anda atau kerabat mengalaminya, Anda bisa langsung tanggap dan memberikan penanganan lebih tepat. Dengan begitu, resiko kelumpuhan bisa diminimalisir sedini mungkin.

Yukk Kenali Gejala Kerusakan Saraf Tepi ( Neuropati Perifer ) Berdasarkan Lokasinya!

Umumnya, gejala kerusakan saraf tepi bergantung pada lokasi saraf yang terserang dan serat saraf.

Tetapi biasanya penyakit ini diawali dengan gejala seperti kebas (baal) dan kesemutan ringan, yang seringkali diremehkan dan bahkan tidak disadari. Padahal, gejala yang dianggap ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.

Dan berikut ini adalah gejala kerusakan saraf tepi ( neuropati perifer ) berdasarkan saraf yang terkena gangguan.

  1. Kerusakan saraf sensorik, dengan gejala :
  • Nyeri seperti tertusuk atau terasa panas yang terjadi pada kaki
  • Kesemutan
  • Ketidakmampuan merasakan perubahan suhu, terutama di kaki
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi gerak tubuh
  • Mudah merasa sakit meski hanya tersentuh sedikit

2. Kerusakan saraf motorik, dengan gejala:

  • Kaki lunglai dan tampak jatuh saat berjalan ( foot drop )
  • Kedutan
  • Kram atau lemah otot, hingga kelumpuhan pada satu otot atau lebih
  • Terjadi penurunan massa otot

3. Kerusakan saraf otonomik, dengan gejala:

  • BAB yang sulit dikontrol
  • Sering buang air kecil / beser
  • Sulit menelan / disfagia
  • Detak jantung cepat, meski tengah beristirahat
  • Gangguan fungsi seksual, misalnya seperti disfungsi seksual
  • Hipotensi ortostatik
  • Mual
  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Sembelit atau diare, terutama di malam hari
  • Tubuh jarang berkeringat atau sebaliknya

4. Mononeuropati, dengan gejala:

  • Jari tangan terasa lemah atau kesemutan pada carpal tunnel syndrome
  • Kelumpuhan pada salah satu wajah ( Bell’s palsy )
  • Nyeri tungkai
  • Penglihatan ganda atau sulit fokus, yang terkadang disertai rasa sakit pada mata

Nah, demikianlah informasi seputar gejala kerusakan saraf tepi yang dapat admin bagikan. Semoga menambah pengetahuan dan kewaspadaan Anda terhadap penyakit saraf yang satu ini.

Dan sebaiknya, jika gejala baru muncul, atau memburuk atau bahkan tidak membaik setelah pengobatan, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan penanaganan tepat.

Di samping itu, Anda juga bisa melakukan perawatan untuk meringankan gejala dan mencegahnya di rumah dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

 √  Olahraga teratur
 √  Berhenti merokok
 √  Hindari minuman beralkohol
 √  Lakukan diet sehat
 √  Kendalikan tingkat gula darah, dan
 √  Jaga kaki, khususnya jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes

Dan bila perlu, konsumsi suplemen herbal khusus tulang, otot dan sendi, yang dapat membantu menjaga dan merawat kesehatan anggota gerak Anda setiap harinya.

Posted by : Mengenali Gejala Kerusakan Saraf Tepi

Sponsored by :

Gejala Kerusakan Saraf Tepi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*